Saturday, May 17, 2008
KATANYA KAU MAHU BERCINTA (2)

 

KATANYA KAU MAHU BERCINTA (2)





Kita berdua

Tidak bisa mendakap

Antara tubuh-tubuh

Di bawah malap bercahaya

Kelam malam datang pada kegelapan

Yang tidak pernah mengerti satu jiwa


Kala sepi tertanya-tanya

Ke mana seluruh nafas telah pergi

Pada waktu kacau yang merayu

Denyut jantung pasti berlagu


Makin tidak faham dan hampa terhiris

Dugaan hanyalah kenangan

Air mata  mendidih bergenangan.

Dan cinta tidak bisa mendakap.


TeratakerapungAbsurdisme

140508, 12.00am

Danau Kota, Setapak

Posted at 01:08 pm by Teratakerapung
Make a comment  

MONOLOG YANG TIDAK BERISI

MONOLOG YANG TIDAK BERISI



Luka masih belum kering darahnya masih ada di dalam sejarah kita di atas kesakitan yang ngilu bersama kisah-kisah sedih dan tragis ¡V sadis yang diceritakan oleh kata-kata yang bergetar, kata-kata yang terdengar sebuah peristiwa yang terkumpul para penyamun selalu berdansa oleh ketuanan.

Ternyata kesalahan, dosa, kedunguan menjadikan kita kelaparan jalannya melaui tapak-tapak ke neraka yang belum dihiaskan oleh gambaran menyenangkan kerana nasib kita yang menyedihkan yang tidak mampu dilukiskan dengan kata-kata yang tiada menyusung makna ketika menyaksiakn kebiadaban di luar batasan yang sandiwara direka oleh kisah-kisah pelakon-pelakon kebunuhan yang menjadi mayat-mayat agar sandiwara ini tidak berulang.

Percaya tidak tangus pura-pura yang propaganda keadilan dan hak asasi manusia yang dirancang oleh perut ketamakan yang di lindungi oleh korupsi di meneriakan yang senang di jiwa mereka menjadi santapannya memberi penyesalan pada mulut kita yang menelan dunia mereka dan mata kita pula menanggung tangisan yang dipaksa yang jiwa kita tidak tertanggung kala otak kita yang keras telah dilembutkan oleh anti kemiskinan kita yang membiru dendam dan menghanguskan keceriaan paksa membuka bangkit dengan kata-kata yang terperosok dalam kehampaan ketika boleh berbicara tentang luka dan derita

Kata-kata kita membumbung tinggi bersayap angkasa yang dijalinkan oleh ramah oleh ramah hati luka kita di papah oleh penguasa yang perkasa dan senyum mereka bila kita berkata-kata gila yang memalukan sifat-sifat keburukan akibata satu perangai jahat dan lebih kejam yang mendorong tindakan kasar lalu kita berteriakan kasar dan keras lalu kita terpaksa melawan raksasa yang kembali meledak, menghancur dan menghisap.

Kita sudah lali dengan mereka yang munafik sering kali mengotori dunia sendiri meludah air liur telah di jilatkan pada selembar makna kata-kata suci yang amat lupa untuk menghitung dosa-dosa yang tidak kelihatan untuk menunjukkan kebenaran yang selalunya darah dihalalkan terpaksa di curahkan bersama daging pula direncahkan yang sering kali bertopengkan kearifan dengan senyuman yang melicikan yang mengaku beriman kepada Tuhan.

TeratakerapungAbsurdisme
130308 1200am
Greenwood, Gombak

Posted at 01:04 pm by Teratakerapung
Make a comment  

KATANYA KAU MAHU BERCINTA

KATANYA  KAU MAHU BERCINTA    


 


 


 


 


 


 


 


Katanya kau mahu bercinta

Memandang pun tidak


Menjeling pun tidak


Bersuara pun tidak

Ternganga pun tidak


Mempedulikan pun tidak


Hanyalah membisu seribu bahasa 

                                                                                                             

Katanya kau mahu bercinta


Berbicara tidak bisa


Berkompromi tidak bisa


Berunding pun tidak bisa


Hanyalah nurani aura sanubari yang bisa


Sebenarnya,


Kau tidak mahu bercinta


Yang pastinya

Kau bisa mencoretkan

Tentang diri yang berdiri


Pastinya
kau kebosanan, kelaparan


Dalam mahal pengakuan dan tawa pura-pura

Bersama di dalamnya jiwa kegelapan bersenangan


Beriringan dengan kelam malam



TeratakerapungAbsurdisme

140508, 11.30pm

Danau Kota, Setapak

Posted at 12:56 pm by Teratakerapung
Make a comment  

Monday, May 12, 2008
dikala sepi

 

 

DIKALA SEPI








                                  Kala malam sunyi merayap sepi


                       Jendela rumahku terbuka sedikit


                                                    Aku berpuisi
                 Kertas mengoreskan


           penaku Menitihkan kata-kata
    Sedikit duka merekah di sanubari


                    Apa itu erti


                      Apa itu sepi


                          Erti hati dan jiwa


                              Erti nafsu


                                    Erti hidup


                                       Erti dosa dan pahala


                                          Erti dunia dan akhirat


                                     Erti Ilahi




                             TeratakerapungAbsurdisme
                         100508, 11.30pm
                   Greenwood, Gombak

Posted at 11:28 pm by Teratakerapung
Make a comment  

kedinginan pagi ku berpuisi



 


 


 


 


KEDINGINAN PAGI KU BERPUISI


(1) kedin


Di pagi yang kelabu menambat hati


Kilauan bulan tika bersendirian


Melemparkan sejenak kenangan nan sejati


Kedamaian nan murni


Menikmati bulan purnama


Dikirimkan oleh kedinginan pagi


 


(2)


Saat ini…mengenangmu


Membawa ku destinasi nan tinggi


Pengalaman nan luas


Panorama nan pelbagai dimensi


Ianya bagaikan membentangkan


Mutiara yang berkilau


Sepanjang waktu


Terlukis indah yang dikirimkan hanya untuk


Diriku bersama salam yang bergetar-getar


 


(3)


Mengenangmu…


Sesekali ada mengindahkannya


Lembut denyut jantung


Bersama desir darahku yang mengalir


Segenap seluruh tubuhku


Mengenang wajahmu nan lembut


Yang kerut lelah di bawah kelopak mata


Kerana berteriakan lantang


Lantas kata-kata yang mengusung makna


Yang bukan sebarang kata


Yang boleh berbicara


Membangkitkan kembali membuka mata


Di kala letih-letih di usia tuamu


Yang usai kerja demi masa depan


Untuk tebusan semua anak-anak buahmu


Dengan senjata bijaksana


Kata-kata yang tidak tertimbus


 


(4)


Di kala kedinginan pagi


Ku menarik nafas dala-dalam


Dan menghempuskan dengan penuh perasaan


Ku melihat seribu wajahmu


Walaupun waktu ini  hanya khayal


Yang termampu mencoretkan sebuah puisi


Di dalam kekelabuan pagi yang kelam


Di atas secari kertas yang kurasakan


Ada getarannya lalu kubentangkan sejadah


Untuk ruku dan sujud berbisik kepadaNYA


Yang mengsyukuriNYA


Yang telah diberikan olehNYA


 


(5)


Terlalu kerdil baktiku untukmu


Berbeda baktimu terhadapku


Di gelap kelam malam pasti dikau


Berdoa kudus panjang


Untuk berdiri anak-anak buahmu


Seraya…khayal masih dibenakku


Dengan gelodak remaja yang beranjak


Dan di saat aku dewasa ini


Aku terlalu merinduimu


Di depan kenang bayang maya


Perlahan-lahan hilang


 


(6)


Di pagi yang cerah…sejenak


Sayup-sayup azan kumandang


Melemparkan kenangku padamu


Yang mengangguk keceriaan


Membiru tangis


Jutaan kenangan oleh air mata


Hati meneriakan terima kasih


dan terus kenangmu


 


 


TeratakerapungAbsurdisme


130508, 6.00am


Greenwood, Gombak

Posted at 11:17 pm by Teratakerapung
Make a comment  

Saturday, May 10, 2008
biarkan kezaliman(2)

BIARKAN KEZALIMAN ITU(2)


Aku terpaksa pilih kezaliman itu, yang kemaruk, mengasyikkan, terpesona yang pedihnya di dalam selalunya kejam,


Dan  amat tua mati pun tidak dibenarkan yang berselimut kata-kata buta, walaupun dijauhi tapi tersangkut jua


Dan kezaliman itu membuatkan lena tidurku tidak terlalu lena yang menjanjikan tanpa ragu untuk membetulkan mimpi



Dan aku tidak memprotesnya, kerana skrip dan arahan sememang begitu tidak terjawab dalam senyuman yang barang kali meraung ngeri bersama bahasa mati dalam damai


Dan aku terpaksa kutipnya bersama rerintihan bersayupan yang amat seteru


TeratakerapungAbsurdisme


280408, 11.30pm


Greenwood, Gombak  

Posted at 12:55 pm by Teratakerapung
Make a comment  

inilah belantara

INILAH BELANTARA



Inilah belantara yang tidak pasti istimewa dengan pelbagai bingkainya yang hanya tersangkut di kelopak-kelopak yang barangkali benar-benar tidak bahagia.


 Inilah belantara pastinya kejam yang selalu mati di dalam lingkungan madunya sendiri dengan tiba-tiba telanjang yang amat, barangkali untuk berkata pun tiada dapat kerana ditentukan oleh ketidakwarasan dan kerakusan sendiri.


 Inilah belantara yang barangkali di cantas cemas oleh pencabar yang garang amat yang selalu berang di sebalik tabir sunyi yang pasti memancar pada kata-kata jujur dan matang, yang terlalu mengidam sesuatu yang hebat-hebat belaka.


Tapi yang pastinya...


 Inilah belantara yang akan berkopak dan terkoyak sebelum menjemput diri yang sunyi menangis mengenang pedihnya derita yang teramat sangat.

TeratakerapungAbsurdisme
25/05/08, 3.15 am
Danau Kota

Posted at 12:55 pm by Teratakerapung
Make a comment  

sesudahnya

SESUDAHNYA


Sesudah, membaham ranap segala harapan yang selama ini berkudis pada kedamaian oleh gerak gempita yang senyap barangkali dari dengung kemiskinan ketika dulu sama-sama berlaga yang mana tidak berupaya berbicara walaupun berlubang di sana-sini.


Untuk menangkap, memeluk sementara debu-debu yang dihanjutkan oleh sesebuah peristiwa yang pilihan tidak ada dan sekarang pasti dititiskan oleh nanar dan binggung segelintir manusia.

Itulah, kerdilnya nafas, suara gerak pemerintah yang dungu barangkali yang di katup oleh bintang-bintang bercahaya pada mata hati tapi gelap pada maruah dan kemanusiaan ketika itu api dan darah yang membelakangkan sendiri warisan lama sudah yang semakin kedekut memahami mata hati kita lalu terus berdusta pemerintahnya.

Tidak, barang kali terpandang bintang-bintang yang pasti menongkah arus oleh pemerintah itu sesekali membisu dalam diam ketika duri tidak lagi deman cuma mitosnya amat prasangka kerana yang ingin terus bahagia sampai ke dunia biasa kita dengan yang di bawah derita suaranya ketika di nyalakan oleh titisan sekilas cahaya sudah tahun lama-lamanya untuk memegang tanpa memilih warna yang tiba-tiba menjadi pudar seperti diterbalikkan oleh kukuhnya patah telah terpinga-pinga.

Pastinya, dibiarkan sahaja ribut yang sama menanti pelayarnya setelah di hanyutkan dan dikembarakan oleh pelbagai gelombang di lautan itu yang pastinya ruang keluasannya tapi sementara ribut itu pastinya gerun yang terubang-ambing yang meledak dari tersasar yang mana gelombangnya sering beralih arah.

Kini, kelihatan langsir terkibar bersih dan kebinggungan yang sekadar sementara yang belum cukup untuk bercerita.


TeratakerapungAbsurdisme
250408, 11.30pm
Danau Kota, Setapak





Posted at 12:48 pm by Teratakerapung
Make a comment  

biarkan kezaliman itu

BIARKAN KEZALIMAN ITU


Sebenarnya masih tidak tahu aku
sejauh mana PENGUASA yang dungu
membiarkan kezaliman itu

sebenarnya masih tidak percaya aku 
PENGUASA yang dungu itu
tidak membiarkan kezaliman itu

tapi aku tahu jika dibiarkan kezaliman itu

pastinya jika kezaliman itu akan membesar
sampai bila-bila yang menanggung semua
akibatnya yang hampa

tapi aku percaya
luka pun sudah yang hampa
tidakkan mampu sembuhnya
yang tertimbun lena

dan sampai bila-bila pun aku hanya
menadah telinga ini



TeratakerapungAbsurdisme
270408, 1500pm
Pantai Dalam, Kuala Lumpur

Posted at 12:40 pm by Teratakerapung
Make a comment  

sepanjang jalan

SEPANJANG JALAN




Disini menelusuri sepanjang jalan ada rimba terkatup oleh sang malam yang hawa dingin masih meruap ketika menderu angin menyemarakkan khayalan merindui jejak kesyahduan dan tahkala daun-daun berbisik ; mengaum jentera besi lalu-lalang, seluruh tepi jalan tubuh-tubuh menunduk kekonyolan tersepit.




Sepanjang jalannya, detik diragui juga terlena yang bahangnya terlalu bernafsu bersembunyi pada sebelumnya terkupas yang kukuh sudah oleh kasih dan sayang, ada mesra untuk diratapi di dalam dada yang maha alam oleh gerak hati sanubari untuk bersumpah yang telah dituai sejak dari angan-angan yang sudah tua barangkali sudah rentung.




Di sepanjang jalan jua, suka pernah bermain di atas ranjangnya yang sekian lama amat cintanya hinggakan dari hati ke paha di dalamnya ada mendakap, bercumbu dan tiba-tiba cinta tiada kembali tapaknya bila duka menjual semua suka yang sesegar sebelum ini kecantikan semua senyuman selalu meresap diri bersama dingin air terjun yang tiba-tiba ghaib bersama bayang-bayang tiada berupa dan tidak dikagumi dan dikelarkan.




Sepanjang jalan semalaman, sejarahnya di tinggalkan oleh ranjang yang berduka setelah melalui musim yang panjang ditumbuhi oleh gundah perkasa, kini hati disentak oleh teka-teki yang belum dewasa tapi cintanya tua sudah yang disapa oleh sangsi khazanah semua.




Sepanjang jalan itu merupakan bahtera yang tidak semestinya janji yang patuh dituruti dan ianya gugur dari leluhur hati yang hanya dongeng kecurigaan semata-mata bila lukanya di derakan oleh cinta yang berdakapan erat di silamnya amat khusyuk di tikar khayalan tetapi tiba-tiba kiasnya terjaga oleh detik tersedar yang menghunus dikala jauhnya diri tergelongsor jauh kerana megahnya diri dan akhirnya kekasihnya tiada berjuang untuk menanti barangkali telah didustai kata-kata cemburu memanjang yang lebih suka bertelanjang di dalam dunia sendiri yang masih basah di simbah oleh saham yang mahal.




Di sepanjang jalan kini, dirinya tidak sesegar lagi janjinya tercalar bila sumpah sakanya di bawa ke sana-sini dijadikan mayat hidup yng sempat tidak dikebumikan yang dirinya tergendala oleh maruah telah dikoyakkan yang benar-benar dirinya terapung ke udara bersama dinihari yang semakin menipis.




TeratakerapungAbsurdisme


300408-040508


Kuala Lumpur-Pasir Mas

Posted at 12:32 pm by Teratakerapung
Make a comment  


Previous Page Next Page



   

<< July 2008 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here: